Minggu, 24 Januari 2016

Hati Hatilah dengan apa yang Anda ucapkan

Belajar dan NgeBlog -

23Jan2016.tausiyah habib seif alwi ba'aalaawiy..
Cikarang.
Alhamdulillahirobbil'aalaamin..
?????????? ????? ???? ?????????? ????????? ??????????? ????? ???????? ???????????? ????? ?????? ??????? ???????? ?????????? ??????????? ???? ????????? ??????????????? ?????? ????? ????? ???????? ????????????? ??????????? .
(Penulis: arti sholawat fatih yg dibaca habib adalah: �Ya Alah, berilah keagungan (sebagai pemberian rahmat-Mu) atas pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW. yang membuka sesuatu yang dikunci (dunia dikunci dalam kandungan adam/tiada, lalu ia membukanya maka wujudlah dunia ini), dan yang menjadi pamungkas martabat (Hamba Allah) yang telah terdahulu (baik martabat para Malaikat maupun martabat para Nabi), penolong kebenaran dengan kebenaran/dengan pertolongan Allah SWT. dan yang memberi petunjuk pada jalan-Mu yang lurus (yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni�mat atas mereka), dan atas keluarga-nya sesuai dengan martabat Nabi Muhammad SAW (di dunia), dan martabatnya yang agung di akhirat.�).
Alloh SWT menunjuk kepada nabi besar Muhammad s.a.w. sebagai utusan dan kekasihNYA, sehingga tidak akan layak jika kita dibandingkan/disamakan dgn nabi kita, nabi muhammad s.a.w.
Segolongan kecil orang menganggap kita sama dengan nabi , mereka memotong ayat Quran :
" Rosul-rosul mereka berkata kepada mereka, "Kami hanyalah manusia seperti kamu....",
Padahal selengkapnya :"
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka:` Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang bertawakkal. (QS. Ibroohiim:11).
==> ucapan para Rasul itu kepada umat mereka masing-masing di mana mereka menyatakan bahwa benarlah mereka hanyalah manusia seperti umat mereka juga, hanya saja Allah telah memberikan karunia kepada mereka, yaitu berupa kenabian dan kerasulan yang disertai mukjizat, hanya saja mukjizat tersebut telah ditentukan Allah untuk masing-masing mereka, dan mereka hanya dapat mempergunakannya dengan seizin Allah SWT.
Saat ini juga ada orang yang baru dapat keajaiban /keanehan sedikit langsung bilang ini mukjizat,padahal mukjizat itu hanya milik rasululloh. Maka berhati hatilah dgn bahasa yg kita ucapkan.
Juga dengan mimpi, harus berhati hati menyampaikan..juga dgn doa, harus hati hati mengucapkanya.
Ada sebuah kisah seorg santri yg mimpi meminum habis air kolam milik pak kyai..
Bangun tidur ia menceritakan mimpinya ke temannya.
Dan temannya bilang:"perutmu akan pecah..". sambil ketawa.
Esok harinya ,saat ada kesempatan menemui pak kyai, ia bercerita kpd pak kyainya.
Pak kyai mnjw:"alhamdulillah...tp apa km pernah cerita mimpi ini sblm saya?
Santri mnjwb dan menceritakan termasuk yg diucapkan temannya
Kmdn pak kyai menangis mendengarnya, andaikata km menahan diri utk tdk cerita kpd temanmu..mk ilmuku akan dgn mudah km serap, bahkan bisa km kuras sampai habis....namun sepertinya ini sdh taqdir.
Beberapa hari kmdn santri itu naik truk kapur dlm kondisi truk berjln pelan, namun naas ia terpeleset dan perutnya terinjak ban dan meninggal dgn perutnya pecah.
Maka:
1.hati hati dgn ucapan, siapa tahu saat itu ada malaikat yg mendengar dan mengaminkan ucapanmu..
2.jgn ceritakan mimpi kecuali kpd ulama atau ahlinya.
Bagi yg sering ikut acara pengajian..maulid..jgn sembarangan berucap walaupun bercanda, sebaiknya diam, sebaiknya berdzikir atau melafadz hafalan ilmu atau menyampaikan ilmu...
Bersambung.ingsyaAlloh..

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10203906854030590&id=1798674151&refid=8&_ft_=qid.6243541354269019533%3Amf_story_key.-8045995064786823319&__tn__=*s&fbt_id=10203906854030590&lul&ref_component=mbasic_photo_permalink_actionbar&_rdr#s_d8ae780999948ae777107b184fc740f7 

Jumat, 08 Januari 2016

Rahasia Surah Al Baqarah, Al Kahfi, dan AL Mulk

Belajar dan NgeBlog -

Read Surat Al-Baqara, Al-Khafi and al-Mulk

Mawlana Shaykh Hisham Kabbani qs

Fenton Michigan, 4 April 2014



Ya ayyuhalladheena aamanoo itaqoollaha wa koonoo ma` as-saadiqeen. O Muslims, brothers and sisters. Alhamdulillah that He created us Mjuslims, we came completely dresses with Islam. Because we say la ilaha ill 'Llah and the Prophet (s) said man qaala la ilaha ill 'Llah (ay Muhammad rasoolullah aydan) dakhal al-jannah. Whoever said la ilaha ill 'Llah will enter Paradise. We ask Allah to keep us saying la ilaha ill 'Llah not to freeze our tongue on our death; not to freeze our tongue in our graves not to freeze our tongue in Day of Judgment.



Verily you are of the best character. Satan is always, there and dont think he is not affecting you. The biggest shaytan in there in our home, that screen the screen of tv, too much things comes form there. And the Prophet (s) knows that in every home there is shaytan. And every home means every person.  In every heart there is place for shaytan to enter and so the Prophet (s) said to beware.



La taj`alu buyootakum maqaabir.

Don't make your homes graveyards.



Don't make your homes graveyards for yourself. When you go to cemetery, shaytan stays there, many jinn stay there. That is why it is not recommended to go to cemetery after dark, up to maghrib. And the Prophet (s) said that ash-shaytan yanfiru min albayt allatee tuqraau feeha surat al-baqara. When you come home and find house and your wife has problem or children have problem, immediately go take shower or wudu pray 2 rakats and then recite Surat al-Baqara, immediately shaytan will run away.



We go to doctor and say my wife is sick or my husband is sick. Sometimes they say schizophrenic or bi-polar, and what did the Prophet (s) say: "Read Surat al-Baqara". The importance of Holy Qur'an in our homes, always have Holy Qur'an in your homes, even if you only read one page. We are continuing the importance of reading Holy Qur'an.



The Prophet (s) used to warn Sahaba about the Anti-Messiah, ad-Dajjal. It is mentioned in many ahadith that from signs of last days is apearnce of Massih ad-Dajjal. Sahaba used to look behind the palm trees in their time expecting Dajjal, and the Prophet (s) did not mention a time. The Prophet (s) mentioned that anti-Messiah will come and that Jesus will kill him. Yes he is coming but that also is to tell you about everything in your life. Be careful of everything evil, to get rid of evil from your home what you have to do? The Prophet (s) said,



"man hafizha awwala `ashara ayaatin min surat al-kahf `usima min ad-dajjal".

"Whoever memorizes first 10 verses of Surat al-Kahf will not only be protected by Allah from Dajjal, he will `usima minhu meaning he will be protected and Dajjal will have no power on him or his house will be protected".



And another riwaya: "man hafizha akhia `ashara ayaatin min surat al-kahf `usima min ad-dajjal". "

Whoever memorizes last 10 verses of Surat al-Kahf will be protected from dajjal and saved from that day".



So what we want more than that? Two verses from Surat al-Baqara or 10 verses from Surat al-Kahf, first or last, will protects us from shaytan and protect us from Massih adDajjal.



O Muslims really if you go deep in to your religion you will realize we can never give thanks to Allah as it should be, and if you recite as much salawat on the Prophet (s) you will never give as much as should be.  And that is why the Prophet (s) gave us first, Surat al-Baqara and then he said first/last 10 verses of Surat al-Kahf.



Inna ma` al-`usri yusraa. Verily with difficulty there is ease, and make things easy and dont make them difficult. "Yassiroo wa laa tu`assiroo".



One day the Prophet (s) was so happy as reported by Sayyidina 'Umar (r). the Prophet (s) wanted to give his Ummah something so sweet. All his life he was worried, not sleeping, so concerned, at night. And until Sayyida Ayesha said, O Prophet of Allah why are you praying and praying so much until your feet are swollen? And the Prophet (s) said, this is the best day on earth, this is the best happiest news that I heard. And he said, laqad unzila `alayya hadhihi'l-layla afdal ma tala` `alahyi ash-shams. This night a verse was revealed that is better than whatever the sun rises upon.



"Inna fatahna laka fat-han mubeena". We have opened for you a clear opening, and that is opening until Day of Judgment. There was a man reciting surat al-Kahf by the trees, sitting by himself, and he is tying his horse because it is a very wild horse, with 2 ropes, very tigh he cannot run away.  And a cloud came over him and approached and approached him and came over him and over the area, over the horse. And the horse began to push to run away and he is wild, very strong, but he is unable to move from that situation as the cloud was coming over he was pusing to run away.



In the morning he came to the Prophet (s), and mentioned that to him, and the Prophet (s) said to him, tilka as-sakeenatu tanazalat bil-quran. that is the sakeena, the tranquility peacefulness that comes down with the Holy Qur'an. And the horse was afraid from that tranquility that is coming because when you sometimes wake up and have goosebumps that you shake, either due to somethign good or something bad. That is making horse shaking that rahmatullah. Whatever came came over the horse and came over the man.



I will end with this hadith. "min al-quranu suratun thalaathoon ayah". There is a Surah in Qur'an with 30 verses shufi`a li rajulin hatta ghufira lahu. That surah inteceded for a person until that person was forgiven. That surah kept asking and asking until that person was forgiven. What is that surah? Surat al-Mulk, many of you know it.



Wa min Allah at Tawfeeq

Kitab Suci al-Qur�an akan Memberi Syafaat Bagimu

Belajar dan NgeBlog -
Innamaa bu`itstu li utammimu makaarim al-akhlaaq.Aku telah diutus untuk menyempurnakan akhlak (perilaku dan karakter kalian). (Bazzaar) �Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak kalian.�  Itu artinya kitab suci Al-Qur�an menyempurnakan perilaku manusia dan Sunnah Nabi (s) menyempurnakan akhlak manusia, karena beliau bersabda, Tharaqtu fi kitaabi wa sunnati, jadi jika kalian mengikuti keduanya, kalian tidak akan tersesat.  Dan kemudian Nabi (s) biasa membaca seluruh Al-Qur�an dalam hadirat Jibril (a) setiap bulan Ramadan dan Sayyidina Jibriil (a) biasa membacakannya kepada Nabi (s).


  

Kitab Suci al-Qur�an akan Memberi Syafaat Bagimu
Mawlana Syekh Hisyam Kabbani  
28 Maret 2014  Burton, Michigan


Khotbah Jumat di Masjid As-Siddiq  

Wahai Muslim, wahai Mukmin! Allah (swt) mengirimkan kitab suci al-Qur�an kepada Nabi (s) untuk kebaikan manusia, sebagaimana Dia berfirman,  A`uudzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim. Bismillaahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim: 

Alif. Laam. Miim. Dzalika al-kitaabu laa rayba fiihi hudan li �l-muttaqiin.Ini adalah, ini adalah Kitab, yang di dalamnya terdapat petunjuk, tidak ada keraguan; bagi orang yang bertaqwa.(Surat al-Baqarah, 2:2) Dia berfirman kepada Nabi (s), �Kitab itu, bukannya kitab lain, hanya Kitab itu.�  Dia tidak berfirman, �Dzalika �l-kutub.� Dia berfirman, �Kitab itu,  laa rayba fiihi, tidak ada keraguan di dalamnya, hudan li �l-muttaqiin, ia merupakan petunjuk bagi manusia, bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah (swt), bagi mereka yang saleh dan ikhlas,� dan mereka mengerti bahwa Allah menurunkan kitab suci al-Qur�an untuk kebaikan manusia.   

Sebagaimana yang kami sebutkan minggu lalu, melanjutkan subjek yang sama, untuk menjelaskan sedikit apa yang kami katakan minggu lalu, setiap orang memerlukan seorang penolong, memerlukan seorang pemandu untuk membimbing kita.  Allah mengutus rasul untuk membimbing umat dan Allah mengutus pembimbing untuk membimbing mereka: Allah mengutus Sayyidina Jibriil (a).  Itulah sebabnya Nabi (s) dibimbing dengan Ilmu Terbaik, dengan Kalamullah, apa yang Allah ingin Nabi-Nya pelajari dan apa yang Allah ingin sandangkan padanya, dan Dia membusanainya dengan kitab suci al-Qur�an, sebagaimana Dia berfirman,

 ???? ?????????? ????? ?????????? ????? ?????? ????????????? ???????? ????????????? ????? ???????? ??????? ???????? ???????????? ??????????? ????????? ??????????? ?????????????? 

Kalau seandainya Kami turunkan al-Qur�an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk dan terpecah belah karena ketakutannya kepada Allah!  Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.  (Surat al-Hasyr, 59:21) 

�Kalau seandainya Kami turunkan kitab suci al-Qur�an ini kepada seluruh alam semesta, alam semesta akan hancur lebur!�  Ketika disebutkan kata �gunung� di sini, dengan segera terbersit di dalam pikiran kalian bahwa itu adalah sesuatu yang sangat besar, jabal, itu adalah sesuatu yang sangat besar; bukannya seperti gua, atau bukit, yang berukuran lebih kecil.  Itulah Al-Qur�an, bahasanya fasih, kita harus mempelajarinya.  

Kata �jabal artinya sesuatu yang paling besar yang dapat kita pikirkan, tetapi sekarang yang terbesar yang dapat kita pikirkan adalah alam semesta, jadi itu artinya, �Kalau seandainya kitab suci Al-Qur�an ini diturunkan kepada alam semesta, kamu akan melihat seluruh alam semesta ini retak seperti gempa bumi.� Di mana posisi Bumi di dalam peta alam semesta?  Kalian tidak bisa melihatnya, kalian bahkan tidak bisa melihatnya di dalam tata surya; bahkan ukurannya tidak lebih dari seukuran peniti, ia bahkan tidak ada di sana!  Yang ada di sana adalah planet-planet yang besar dan bintang-bintang yang besar, lebih besar daripada Bumi ini dan tata surya, galaksi.  

Jika Allah menurunkan Al-Qur�an ini pada seluruh galaksi di alam semesta, kalian akan melihatnya retak, tetapi Allah menurunkan Al-Qur�an kepada Sayyidina Muhammad (s) dan kalbu beliau tidak hancur! Lihatlah kekuatan kalbu Sayyidina Muhammad (s), karena Jibriil (a) telah membersihkan kalbunya.  Ketika Sayyidina Muhammad masih kecil, Jibriil (a) mendatanginya dan membuka dadanya dan mengambil kalbunya dan membersihkannya di dalam operasi jantung terbuka, 1400 tahun yang lalu; itu adalah teknik 1400 tahun yang lalu, bukan seperti teknik kita sekarang.  Yang pertama melakukan operasi jantung secara terbuka adalah Jibriil (a).

Ya, sekarang kita dapat mengatakan, �operasi jantung terbuka,� tetapi jika mereka mengatakannya enam puluh atau tujuh puluh tahun yang lalu, mereka akan mengatakan, �tidak mungkin.�  Jika mereka mengatakan, �mengganti jantung,� mereka akan mengatakan, �tidak mungkin,� tetapi sekarang mereka melakukannya.  Tetapi 1400 tahun yang lalu, Jibriil (a) mengambil jantung Nabi (s) dan membersihkannya dari tempat yang dapat dimasuki Setan.  Nabi (s) bersabda, �Satu-satunya orang yang telah menaklukkan Setannya adalah aku,� karena kalbu beliau suci, tidak ada jalan masuk bagi Setan.  Kita semua, semua manusia mempunyai satu tempat di masa Setan bisa memasukinya. 

 ??? ???? ????? ?? ??? ????? ??? ? ??? ???? ???? ??? ???? ???? ???? :?? ???? ?? ??? ??? ??? ??? ?? ????? ?? ???? ?????? ?? ???????? . ????? : ????? ?? ???? ???? ? ??? : ????? ? ???? ???? ?????? ???? ????? ? ??? ?????? ??? ????.  

Nabi (s) bersabda, "Setiap orang di antara kalian, telah diutus untuknya seorang qarin (pendamping) dari golongan jin."  Para Sahabat bertanya, �Termasuk dirimu, ya Rasulallah (s)?"  Beliau bersabda, �Termasuk diriku, tetapi Allah telah membantuku untuk menundukannya, sehingga ia tunduk kepadaku, sehingga ia tidak pernah memerintahkan kepadaku kecuali yang baik." (Muslim) Sehingga tidak ada pengaruh Setan pada diri Nabi (s), sedangkan semua manusia mempunyai pengaruh Setan.  Sehingga Nabi (s) menerima kehormatan besar itu, karunia yang besar yang sayangnya pada hari ini hanya kita letakkan di rak buku; kita tidak membacanya, kita menaruhnya di lemari.  Padahal Nabi (s) bersabda, �Bahkan jika kalian tidak membacanya dengan baik, bacalah.�   

Apakah kalian tahu Qul Huw Allahu Ahad (Surat al-Ikhlaash)? Ya, kalian mengetahuinya, dan bacalah tiga kali, seolah-olah kalian membaca seluruh al-Qur�an! 

 ???? ???? ????? ?? ????? ?? ?????? ???? : ???? ???? ???? ?????  

Nabi (s) bersabda, �Aku telah meninggalkan dua hal bagi kalian, yang jika kalian berpegang teguh dengan keduanya, kalian tidak akan tersesat: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. (Malik dalam Muwatta) �Apapun yang kulakukan, jalan yang kutunjukkan kepada kalian, risalah Islam, di samping segala ketentuan di Islam.� Di samping itu, beliau (s) bersabda,

???? ???? ????? ????? ???????


Innamaa bu`itstu li utammimu makaarim al-akhlaaq.Aku telah diutus untuk menyempurnakan akhlak (perilaku dan karakter kalian). (Bazzaar) �Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak kalian.�  Itu artinya kitab suci Al-Qur�an menyempurnakan perilaku manusia dan Sunnah Nabi (s) menyempurnakan akhlak manusia, karena beliau bersabda, Tharaqtu fi kitaabi wa sunnati, jadi jika kalian mengikuti keduanya, kalian tidak akan tersesat.  Dan kemudian Nabi (s) biasa membaca seluruh Al-Qur�an dalam hadirat Jibril (a) setiap bulan Ramadan dan Sayyidina Jibriil (a) biasa membacakannya kepada Nabi (s). Kami menyebutkan hadits ini sebelumnya:

?????? ?????? ???? ???? ??? ??????? ????? ??????? 

iqraau �l-qur�ana fa innahu ya`ti yawm al-qiyaama syafi`an li ash-haabihBacalah Qur�an karena sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi Sahabatnya. Apa lagi yang kalian inginkan lebih dari itu?  Nabi (s) bersabda, �Bacalah al-Qur�an dan ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat; ketika kalian memerlukan syafaat, ia akan datang memberikan syafaatnya bagi kalian,�  dan ini berasal dari Imam Muslim, sebuah hadits autentik yang kuat.  Sayyida `A�isyah (r) mengatakan bahwa Nabi (s) bersabda, �Bacalah al-Qur�an, ia akan memberi syafaat bagimu pada Hari Kiamat.� Itu artinya semua huruf ini dapat berbicara, karena mereka adalah Kalamullah, mereka tidak diciptakan, kitab suci al-Qur�an bukanlah makhluk, ia tidak diciptakan.   


Bagaimana menurut kalian, apa yang akan terjadi ketika kalian membaca Kalamullah?  Sekarang id universitas atau sekolah-sekolah, mereka mengajari kalian tentang puisi dan kalian menjadi seorang penyair atau mereka membaca qasidah dan orang-orang menjadi senang ketika mereka melantunkan qasidah.  Dan itu adalah syair yang ditulis oleh manusia, itu bukanlah Kalamullah.  Orang-orang menjadi senang dengannya dan kalian melihat di mana-mana orang melantunkan qasidah, itu adalah sesuatu yang baik.  



Tetapi jangan lupa, qasidah itu mungkin tidak memberi syafaat bagi kalian, tetapi kitab suci al-Qur�an akan memberi syafaat bagi kalian, meskipun melantunkan qasidah adalah melantunkan pujian kepada Nabi (s) dan kalian akan diberi pahala untuk itu, ia akan membersihkan dosa-dosa kalian. Tetapi Sayyida `A�isyah (r) berkata bahwa Nabi (s) bersabda bahwa Al-Qur�an akan memberis syafaat bagimu pada Hari Kiamat dan itulah yang penting!  Ketika pemberi syafaat itu datang kepada Allah, Al-Qur�an akan berbicara, �Yaa Rabbii!  Orang-orang ini tidak pernah meninggalkan aku, mereka membaca Al-Qur�an.  Aku memberi syafaat bagi mereka.�  Kalamullah akan memberi syafaat bagi seseorang.  Apakah Allah akan menolak Kalam-Nya sendiri?  Dia tidak akan menolak Kalam-Nya sendiri.  



Jika seseorang memberi kata-katanya kepada kalian, berjanji kepada kalian, apakah ia akan melanggarnya?  Hanya orang-orang munafik yang melakukannya.  Setiap Muslim bukan munafik, insya Allah.  Jadi, Allah berjanji pada kita, apakah Dia akan melanggarnya?  Tidak, al-Qur�an adalah Kalamullah, dan ia akan memberi syafaat kepada kita!  Semoga Allah (swt) mengampuni kita semua, insya Allah.  Suatu hari Nabi (s) mendatangi Ibn Mas`uud (r) dan berkata kepadanya, iqraa `alayya, �Bacakan padaku.�  Nabi (s) senang bila orang membacakan Al-Qur�an kepadanya; itu artinya mereka tidak meremehkan Kalamullah.  



Dan saya sangat menghargai orang-orang di daerah Sub Kontinen yang mempersiapkan anak-anaknya untuk menghafal al-Qur�an, termasuk orang-orang Pakistan, India, Bangladesh, Timur Jauh, Asia Tenggara; mereka senang anak-anak mereka menghafalkan Qur�an.  Bukannya seperti di Timur Tengah di mana mereka mengirimkan kalian ke sekolah-sekolah Kristen, Buddha, dengan mengatakan bahwa pendidikannya lebih baik.  Bahkan di sini, saya mendengar bahwa para orang tua mengirimkan anak-anaknya ke beberapa sekolah untuk �pendidikan yang lebih baik,� tetapi di sana mengjarkan Islam sementara di sini tidak! 



?? ??? ???? ??? . ??? ?? ???? ???? ??? ???? ???? ????



: ???? ??? ??? : ???? ???? ????? ???? ? ??? : ??? ??? ?? ????? ?? ???? ????? ???? ???? " ?????? " ??? ???? ???? ??? ???? ?? ?? ??? ????? ????? ?? ??? ????? ????? ??? : ???? ???? ????? ??????  



Sayyidina Ibn Mas`uud (r) berkata,�Bagaimana aku dapat membaca al-Qur�an untukmu sementara al-Qur�an diturunkan kepadamu? Aku merasa tidak enak, aku merasa malu.� Nabi (s) bersabda, �Walaupun begitu, bacalah.�Ibn Mas`uud (r) berkata, �Dan aku membaca Surat an-Nisa hingga aku sampai pada ayat: wa kayfa idza ji'na min kullin ummatin bi syahiid wa ji'na bika `ala haauulaai syahiida, �Bagaimana nanti ketika Kami mendatangkan saksi (rasul) dari setiap umat?� [artinya dari umat Sayyidina Adam (a) dan umat Sayyidina Ibrahim (a) dan umat Sayyidina Nuh (a) dan umat Sayyidina `Isa (a) dan umat Sayyidina Musa (a), dan umat-umat lainnya dari Nabi-Nabi lainnya yang datang sebagai saksi bagi umat mereka.], �dan kemudian Kami mendatangkan kamu, wahai Muhammad, sebagai saksi atas mereka bahwa apa yang mereka katakan adalah benar; [Yakni walaupun mereka adalah Nabi, Kami tidak akan membiarkan segala sesuatunya lolos sebelum engkau menjadi saksi bagi mereka.]



Dan pada saat itu, Nabi (s) bersabda, Amsik, �Stop, jangan dilanjutkan,� dan dari matanya mengalir air matanya. Karena itu adalah sebuah kehormatan besar bagi Nabi kita (s) dan kehormatan bagi Ummat an-Nabi (s), bahwa Nabi (s) akan menjadi saksi bagi semua Rasul dan umat mereka pada Hari Kiamat.  

  



?? ??? ???? ??? ????? ??? ???



Adam faman duunahu tahta liwaa�ii yawm al-Qiyamah wa laa fakhrOleh sebab itu Nabi (s) bersabda, �Adam dan yang lainnya akan berada di bawah benderaku pada Hari Kiamat, dan ini bukannya sombong.� (Ahmad, Musnad) Ibn Mas`uud (r) berkata, �Aku memandangnya dan beliau menangis.� Kehormatan apa yang telah disandangkan Allah kepada Nabi (s)!  Kehormatan apa yang telah Allah berikan kepadanya dengan membusanainya dengan al-Qur�an dan menjadikannya sebagai manusia paling utama, yang paling sempurna!  Allah telah mengutusnya sebagai Rahmatan li �l-`Alamiin. Dan hadits ini ada di dalam Bukhari dan Muslim. Dan saya akan mengakhiri dengan hadits ini, bahwa Abu Hurayrah (r) meriwayatkan bahwa Nabi (s) bersabda,  



..... ??? ????? ??? ?? ??? ?? ???? ???? ????? ???? ???? ? ????????? ????? ??? ???? ????? ??????? ? ?????? ?????? ? ????? ???????? ? ????? ???? ?? ?? ???? 



Tidak ada sekelompok orang yang berkumpul di rumah Allah (masjid) membaca Kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka tanpa turun sakiinah, ketenangan kepada mereka, dan rahmat melingkupi mereka, dan para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebutkan mereka kepada mereka yang berada di Hadirat-Nya. �Jika ada sekelompok orang duduk bersama mengingat Allah (swt),� artinya di mana pun kalian melakukan dzikrullah itu adalah �Rumah Allah,� dan setiap kali kalian membaca al-Qur�an, itu adalah dzikrullah, di mana Allah disebutkan, bahkan kalbu kalian menjadi Rumah Allah (swt), sebagaimana Nabi (s) bersabda, 



 ??? ??????? ??? ???? 



Qalb al-mu'min bayt ar-rabb.Kalbu orang-orang yang beriman adalah Rumah Tuhan. Beliau bersabda, �Jika mereka datang bersama, sekelompok orang,� artinya paling tidak ada tiga orang di antara mereka, �kemudian mereka menunjuk seorang Imam,� sebagaimana dalam hadits Nabi (s):



??? ???? ????? ?????? ?????



Idzaa kuntum tsalaatsat fa ammiruu ahadakum.Jika kalian bertiga, maka jadikanlah seorang sebagai pemimpin. �Jika kalian bertiga, tunjuk seorang pemimpin untuk memandu kalian.�  Jadi jika orang-orang akan duduk bersama, bahkan jika seorang pria dengan istrinya dan anak-anaknya, dan mereka duduk membaca al-Qur�an dan berzikir, apa yang akan terjadi?  Allah akan menurunkan sakiinah, ketenangan, kedamaian akan membusanai mereka, dan rahmat akan bersama mereka dan para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan mengingat mereka dalam Hadirat-Nya.  Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.  



Wahai Muslim!  Ada banyak penjelasan yang indah dan mulia terhadap ahadits Nabi (s) dan ayat-ayat suci al-Qur�an untuk membuat orang-orang bahagia!  Jangan membuat orang menjadi sedih dengan perkataan kalian, jadikanlah orang-orang cinta kepada Allah (swt) dan Nabi-Nya (s).  Sebagaimana Nabi (s) cinta kepada Allah (swt) dan sebagaimana orang-orang yang saleh dan ikhlas cinta kepada Allah dan Nabi-Nya (s)!  Kita harus membuat keluarga kita, anak-anak kita bahagia dan mencintai Allah dan Nabi-Nya (s)! 



Wa min Allah at Tawfiq



http://www.sufilive.com/The_Quran_Will_Intercede_For_You-5494.html

� Copyright 2014 Sufilive. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.  Transkrip ini dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta Internasional.  Mohon untuk menyebutkan Sufilive ketika membagi tulisan ini. JazakAllahu khayr.

Kamis, 07 Januari 2016

Doa Amalan Gusdur

Belajar dan NgeBlog - "Robbanaa aatinaa min ladunka rohmatan wahayyi' lanaa min amrinaa rosyadaa" (Surat Al-Kahfi ayat 10)

Arti Surat Kahfi ayat 10 : "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami".

Doa yang biasa dibaca oleh Gus Dur qs. Kakek Beliau Hadrotusy Syekh K.H. Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama berpesan kepada Gus Dur qs untuk banyak membaca doa Robbana aatinaa min ladunka rohmatan wa hayyi' lanaa min amrina rosyadaa. (Surat al-Kahfi ayat 10).

Rahmat kasih sayang Allah jauh lebih penting karena Rasulullah saw mengatakan kita tak dapat masuk surga dengan amal ibadah kita tanpa rahmat Allah. Sahabat bertanya kepada Rasulullah saw, "Apakah amal ibadahmu tak dapat membawamu kesurga wahai Rasulullah saw?". Benar amal ibadahku tak dapat membawaku kesurga, hanya rahmat kasih sayang Allah yang dapat membawaku ke surga".

1. Mohon dikasihani Allah SWT. Kita sudah lihat sendiri betapa kasih sayang Allah SWT sangat luar biasa kepada Gus Dur, sehingga setelah wafatpun, tiap hari ribuan manusia mendoakan beliau agar dikasihi Tuhan.
2. Mohon bimbingan petunjuk yang lurus, guidance pada setiap problem. Kita sering memutuskan dengan penuh ragu. Gus Dur justru dengan penuh yakin, sekalipun dianggap kontroversial tidak masalah, sebab semata-mata petunjuk yang lurus, guidance itu dari Allah SWT. Itulah esensi "mil ladunka rahmat" dan "min amrina rasyada" dalam diri Gus Dur..

Di akhir zaman ini untuk perlindungan terhadap fitnah Dajjal, bacalah 10 ayat awal Surat al-Khafi dan 10 ayat terakhir surat al-Khafi, alhamdulillah doa ini terdapat didalam 10 ayat awal Surat al-Khafi yaitu ayat ke 10.doa ini ada didalam buku Mawlana Syaikh Hisyam qs Kiamat Mendekat (Approaching to Armageddon)

Kisah Sayyidina Khidr (as) dan Sayyidina Musa (as)

Belajar dan NgeBlog -

Sayidina Khidr (as) dan Nabi Musa (as)

Sayidina Khidir (as) dan Nabi Musa (as)
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs
Lefke Cyprus, 23 Maret 2005



Bismillahir Rahmaanir Rahim, Astaizzu Billah

"wamaa ya'lamu tawiilahu illaa allaahu waalrraasikhuuna fii al'ilmi" (3:7)
Dan tidak mengetahui penjelasannya (ta'wilnya) padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah.

Ada Ilmu Zahir, ilmu pengetahuan yang terbuka jelas dan ada ilmu pengetahuan yang tersembunyi, atau  pengetahuan batin; karena untuk segala sesuatu yang jelas, pasti ada sesuatu yang tersembunyi.


Tamu: Apakah ini berarti bahwa Sayidina Khidir (as)  memiliki pengetahuan yang didasarkan pada pengetahuan tersembunyi" (3:7), dan Nabi Musa (as) tidak memiliki pengetahuan yang tersembunyi itu?

Maulana Syekh Nazim qs: Sayyidina Musa (as) mewakili pengetahuan yang tampak jelas, atau disebut pengetahuan Syariah '. Sayyidina Khidr (as) memiliki pengetahuan batin / tersembunyi, pengetahuan tersembunyi yang berakar. Sayyidina Musa (as) melihat apa yang terlihat. Sayyidina Khidr (as) melihat apa yang tidak terlihat yang ada di bawah pegunungan dan apa yang berada di bawah laut. Syariah adalah hukum yang jelas, dan Tarekat adalah yang tersembunyi.

Tamu: Ceritakan tentang hal ini ya Mawlana ketika ikan yang dimasak oleh Nabi Yusha (as) ... Ikan ini hidup kembali dan kembali ke laut. Jika kita mau berpikir pastilah ikan dimasak pasti sudah mati tetapi mengapa ikan itu menjadi hidup kembali dan melompat ke laut ...

Maulana Syaikh Nazim qs: Astaghfirullah, astaghfirullah, Dastur Ya Rijal Allah. Karena Allah (swt) ingin memberikan Sayyidina Musa (as) sebuah tanda, karena Musa as ingin bertemu dengan seorang pria yang memiliki lebih banyak pengetahuan daripada dirinya.

Tamu: Jadi, dapat kita katakan sebagai contoh bahwa perbedaan antara pengetahuan Musa (as) dan Khidir (as) adalah seperti perbedaan antara hidup dan mati?

Maulana: Hal ini tidak sejauh itu, tapi, "Huwa Al-'Awwalu Wa Al-' Akhiru Wa Az-Zahiru Wa Al-Batinu" (57:3). Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Beberapa hal mewakili apa yang terlihat. Beberapa hal mewakili yang tersembunyi karena tidak semuanya tampak/wujud. Ada juga yang tersembunyi di dalam. Hal ini berbeda dari apa yang nyata terlihat. Gunung-gunung ini dari kejauhan muncul sebagai pemandangan yang berbeda dari sudut pandang disisi lainnya. Kami mendekatinya untuk melihat tampilan yang berbeda dari ketika kami berada pada jarak yang jauh dari gunung tersebut.

Allah (swt) membuat sebuah istana, istana Syariah dan istana Haqiqah. Penampilan luarnya adalah Syariah dan bagian yang tersembunyi adalah Tarekat. Penampilan luar istana adalah satu hal, tapi setelah kalian memasuki istana itu, Anda melihat sesuatu yang lain. Dan Allah (swt) memberi tanda untuk Sayyidina Musa (as) ketika ia mencapai titik untuk bertemu seorang lelaki yang telah Kami ajarkan pengetahuan dari diri mereka sendiri." (18:65) "Min Ladunna 'Ilman" (18:65). Pengetahuan Ilmu Laduni

Sebuah tanda diberikan, dan itu sesuatu yang luar biasa. Allah (swt) memberikan kehidupan kepada ikan yang telah dimasak dan memungkinkan dia untuk kembali ke laut. Mereka mencarinya dan tidak bisa menemukannya. Jadi mereka mengerti bahwa mereka telah mencapai tempat yang ditunjuk. Dan tanda itu diberikan kepada mereka bahwa Allah (swt) telah membuat ikan yang dimasak itu kemudian hidup kembali dan menemukan jalan untuk kembali ke laut.

Tamu: Bisakah kita mengambil manfaat dari kata ini 'sabil' / cara - yang berarti ikan memiliki dua jalan kemungkinan  baik Musa (as) dan Yusha (as) akan makan itu dan ini adalah akhir dari itu, atau cara yang lain ketika ikan itu kembali ke laut?

Maulana: Ini adalah jauh dari kita untuk dapat melihat hal ini dalam cara ini, karena mereka tidak memakannya. Tapi mereka dimaksudkan untuk memakannya.

Tamu: Ikan bukanlah target yang akan dimakan, tapi mewakili kehidupan dan butuh jalan ke laut ...

Maulana: ... ke laut. Hal ini menunjukkan kehidupan ikan di laut, bukan di luar laut. Ada dua poin yang dibuat pada hal itu: Jika ikan tidak dimasak, masih tidak memiliki kehidupan. Jika kita menambahkan bahwa ikan itu dimasak, maka dua kali lipat (ikan itu pasti mati). Jadi Allah (swt) mewujudkan Kekuasaan-Nya. Ikan tidak hanya mati, keluar dari laut, tetapi juga dimasak dan Allah (swt) membuatnya hidup. Jadi tidak dimasak adalah satu hal, dan ikan dimasak adalah sesuatu yang lain. Pertama-tama, jika ikan menemukan jalan kelaut sebelum dimasak - ikan mentah, mak ini sesuatu yang normal. Dari sana ia menemukan jalan kembali ke laut juga. Tapi ikan itu telah dimasak adalah sesuatu yang tidak biasa ajaib, extra ordinary, tanda Kekuatan Dia Yang Maha Benar, Yang Haqq. Selain itu, jika ikan tidak menunjukkan jalan, maka ikan tidak akan mampu menemukan jalan ke asal-usulnya; dan asal-usulnya adalah di laut. Itulah arti 'dimasak', itu bahkan lebih jauh dan ikan kembali ke laut, dan kemudian hidup lagi seperti sebelumnya.

Tetapi pertama-tama, ikan menemukan jalan keluar dari laut dan kemudian dimasak di sana, ia menemukan jalan kembali ke asalnya, laut. Jika setelah semua itu terjadi, mereka tidak menyadarinya. Pikiran manusia tidak akan memperhatikan bahwa ikan mati yang telah dimasak kembali ke laut, dan hidup. Apa yang terjadi menunjukkan bahwa kembalinya ikan ke laut (setelah dimasak) adalah lebih menunjukkan keajaiban yang lebih besar. Kejadian ini menunjukkan kepada Sayyidina Musa (as) tentang Kemaha Besaran Allah dan Allah Yang Maha Kuasa (swt).

Sayyidina Musa (as) tercengang. Dia mengerti tanda pertama ini - bahwa apa yang kau temukan sebagai tanda bahwa ia akan bertemu seseorang yang menakjubkan, seperti soal ikan ini. Jangan heran dari kata-kata dan apa yang dia lakukan. "Itu membuat titik balik bagi Sayyidina Musa (as) tentang pertemuannya dengan Sayyidina Khidr (as). Jika tidak, maka ikan yang telah dimasak tidak mungkin hidup kembali dan jalan kelaut.

Jadi dia melihat dan menyadari bahwa saya akan bertemu dengan seseorang yang memiliki ilamu laduni ini dan itu atribut dari Nabi Khidir as." Sayidina Khidir (as), seperti ikan yang menemukan jalan ke laut. Sayyidina Khidr (as) juga memiliki kemampuan untuk membuatnya dapat menemukan jalan menuju Samudra Kekuatan, Samudera Pengetahuan, Pengetahuan Ilahi bahwa Tuhannya mengajarinya dari Ilmu Ladunnihi (dari diri-Nya). Pengetahuan ini bukan untuk semua orang. Ini benar-benar luar biasa. Meskipun Sayyidina Musa (as) adalah manusia, tetapi ia dibawa ke Hadirat Ilahi - ini adalah sesuatu yang besar - untuk mengajarinya dari Pengetahuan Allah (swt), Pengetahuan Ladunni-Nya. Caranya adalah ketika Sayyidina Khidr (as) memberi tanda bagi Sayyidina Musa (as), "Jangan berpikir dia sepertimu dan keadaan sepertimu. Dia telah diperkaya denan Ilmu Laduni. "

Jadi Nabi Khidir as adalah seorang pria yang terlatih, dan Tuhannya mengajarkan kepadanya Pengetahuan Ladunni. Jika dia tidak terlatih - maka tidak ada jalan yang dapat mengajarkan pengetahuan ini. Dapatkah apa yang ada di laut disebut ikan? Dapatkah Anda memanggil laut? Dapatkah Anda memanggil ikan di laut? Tidak, tetapi laut mengandung semua jenis makhluk yang tak terhitung banyaknya. Ketika kita melihat laut dengan segala macam makhluk, kita tidak bisa mengatakan, "Ini adalah ikan." Ini adalah laut dengan apa pun yang ada di dalamnya! Namun, ikan selalu terkait dengan laut. Bahkan jika itu terlihat berbeda, itu adalah bagian dari laut. Tanpa laut maka ikan tidak akan memiliki kehidupan.

Semua alam semesta berada di Samudra Kekuasaan-Nya. Jika tidak ada Samudra Kekuatan-Nya, maka tidak menjadi nyata. Alam semesta terkait dengan Samudra Kekuasaan. Oleh karena itu kita tidak mengatakan itu adalah persis sama, kita tidak mengatakan bahwa itu adalah berbeda dari itu. Tidak, itu tidak mungkin. Jika tidak berbeda dari itu, maka kita dapat mengatakan ikan di laut atau kita dapat mengatakan bahwa laut adalah ikan. Tetapi ikan tidak tepat untuk dikatakan laut dan hal itu tidak berbeda. Allah (swt) tahu yang terbaik. Fatiha.

Ya Tuhan kami ajarkan kami; ajarkan kami apapun yang dapat memberi manfaat bagi kami. Ya Tuhan kami, jadikan kami dapat memahami dan mengerti. Imam Zaman ini Sayidina Mahdi as rahasianya masih belum dibuka. Seperti apa yang telah kita singgung di sini. Rahasia seperti ini akan datang dan semua makhluk akan merasa puas. Allahu Akbar! Mari kita makan makanan kita karena kita menjadi lapar! Allahu Akbar!

Wa min Allah at tawfiq


Sayidina Khidr (as) and Prophet Musa (as)
Sultan Awliya Mawlana Syaikh Nazim Ail Haqqani qs
Lefke Cyprus, 23 March 2005


Bismillahir Rahmaanir Rahim

Astaizzu Billah, �Wa Ma Ya�lamu Ta�wilahu Illa Allahu Wa Ar-Rasikhuna Fi l-�Ilmi� (3:7)
There is Zahir/apparent knowledge and there is hidden/batin knowledge; because for everything that is apparent, there is something hidden.

Guest: Does this mean that Khidr (as) was �... firmly grounded in knowledge� (3:7), and that Moses (as) did not have that attribute?

Moulana Shaykh Nazim qs : Sayyidina Moses (as) is representing the apparent knowledge, Sharia�. Sayyidina Khidr (as) represents the knowledge of the batin/hidden, the deeply rooted hidden knowledge. Sayyidina Moses (as) saw what is apparent. Sayyidina Khidr (as) sees what is under the mountains and what is under the seas. The Sharia is the apparent ruling, and the Tariqa ruling is the hidden one.

Guest: About this case Mawlana: the fish, the cooked fish with Yusha (as)... This fish came back to life and went back to the sea. The cooked fish was dead and became alive again and jumped into the sea ...
Moulana: Astaghfirullah, astaghfirullah, Dastur Ya Rijal Allah. Because He (swt) wanted... Allah (jwa) wanted to give Sayyidina Moses (as) a sign because Moses wanted to meet a man who had more knowledge than he did.

Guest: So, can we say for example that the difference between the knowledge of Moses (as) and Khidr (as) is like the difference of life and death?

Moulana: It is not to that extent but, �Huwa Al-�Awwalu Wa Al-�Akhiru Wa Az-Zahiru Wa Al-Batinu�(57:3).
Some represent what is apparent. Some represent the hidden because not everything is manifest. There is also the hidden inside. It is different from what is manifest. These mountains from a distance appear as a view that is different from another viewpoint. We approached to see the view which is different from when we were at a distance from the mountains.

Allah (jwa) made a palace, the palace of Sharia�, or the palace of Haqiqa. Its outer appearance is Sharia� and its hidden part is Tariqa. The outer appearance of the palace is one thing, but once you enter it, you see something else. And Allah (jwa) gave a sign to Sayyidina Moses (as) when he reached the point to meet a man �whom We had taught knowledge from Ourself.�(18:65) �Min Ladunna �Ilman�(18:65).

A sign was given that was out of the ordinary � Allah(swt) gave life to a cooked fish and allowed it to go back to the sea. They searched and couldn�t find it. So they understood that they had reached the appointed place. And the sign was given to them that Allah (swt) had made the cooked fish alive and it found its way to the sea.

Guest: Can we take benefit from this word �sabil�/way - meaning the fish had two possible ways: either Moses (as) and Yusha (as) were going to eat it and this was the end of it, or in the other way, it was going to the sea?

Moulana: It is far from us to notice this point in this way, because they did not eat it. But they intended to eat it.

Guest: The fish is not the target to be eaten, but it represents life and it took its way to the ocean ...

Moulana: ... to the sea. It indicates the life of the fish is in the sea, not outside the sea. There were two points made at that place: If the fish was not cooked, it still had no life. If we add to it that it was cooked, then it doubled (it was surely dead). So Allah (swt) manifested His Power. The fish is not only dead, out of the sea, but it was also cooked and Allah (swt) made it alive. So it not being cooked is one thing, and it being cooked is something else. First of all, if the fish found its way before it was cooked � an uncooked fish, normal. From there it found its way to the sea also. But it (having been cooked) was extra ordinary, a sign of The Power of Al Haqq (jwa). Additionally, if the fish was not shown its way, the fish would not be able to find its way to its origin; and its origin is in the sea. That is what �cooked� means � it is even further away from returning to the sea, and then it is alive again like before.

But first of all, the fish found its way out from the sea and then from (being cooked) there, it found the way back to its origin, the sea. Otherwise, after all, they would have not noticed. The human mind would not have paid attention that an uncooked fish goes back to the sea, alive. What happened shows that its return to the sea (after having been cooked) is much greater. This incident showed to Sayyidina Moses (as) the Might of Allah (swt). Sayyidina Musa (as) was astonished. He understood this first sign � that �what you will find and the one you will meet is an astonishing person, like the matter of this fish. Do not be astonished from his words and what he does.� It made a point to Sayyidina Moses (as) about meeting Sayyidina Khidr (as). Otherwise, it would have not been possible.

So he noticed and realized that, �The one I will meet has this and that attribute.� He (as), like the fish, was finding his way to the sea. Sayyidina Khidr (as) also had the ability to make him find his way in the Ocean of Power, the Ocean of Knowledge, The Divine Knowledge that his Lord taught him from Ladunnihi (from Himself). This is not for everyone. This is absolutely out of the ordinary.

Although Sayyidina Moses (as) is a human being, he was brought to the Divine Presence � this is a great matter � in order to teach him from His (swt) Ladunni Knowledge. The way to Sayyidina Khidr (as) and a sign to Sayyidina Moses (as) was, �Do not think he is like you and your situation. He has been expanded.�

If a man is trained, his Lord teaches him the Knowledge of Ladunni. If he is not trained � no way. Can what is called the ocean be called a fish? Can you call the ocean �fish�? Can you call the fish �ocean�? No. But the ocean contains all kinds of uncountable creatures. When we look at the (ocean with its) creatures, we cannot say, �This is fish.� This is the ocean with whatever it contains! However, the fish is related to the ocean. Even if it looks different, it is part of the ocean. Without the ocean it has no life.

All the universes are in the Ocean of Power. If there is no Ocean of Power, nothing becomes manifest. The universes are related to the Ocean of Power. Therefore we do not say it is exactly the same nor do we say that it is different from it. No, it is not possible. If it is not different from it, then we may say the fish is an ocean or we may say that the ocean is a fish. But the fish is not exactly a sea and it is not different from it. Allah (swt) knows best. Fatiha. O Lord teach us; teach us what will give us benefit. Our Lord, make us understand. The Imam of the Time, his secret hasn�t been opened. Like what we have touched on here. Like this it will come and all the creatures will be satisfied. Allahu Akbar! Let�s eat we became hungry! Allahu Akbar!

Pengalaman Spiritual Sang Hujjatul Islam, Imam Al Ghazali

Belajar dan NgeBlog - Abu Hamid al-Ghazali, berkata,"Pada awal hidupku aku menyangkal segala sesuatu, bahkan aku akan menyangkal cara mereka orang-orang yang saleh dan para sufi yang tulus yang mengikuti jalan para Sahabat, sampai akhirnya saya bertemu dan menemani Syaikh Yusuf an-Nassaaj.

Beliau adalah penenun permadani dan Syaikh Yusuf mulai memoles hati saya, membersihkan hati saya dengan memberikan banyak ujian yang berbeda, sampai saya mencapai tingkatkan saya mulai menerima inspirasi Ilahiah, inspirasi yang baik, dan tidak ada lagi inspirasi buruk yang datang mengganggu hatiku.



Dalam bimbingan gurunya, Imam Ghazali mengatakan, ketika aku mulai salat dan mengatakan Allahu Akbar tidak ada pikiran buruk lagi yang membawaku kekanan atau kiri, karena aku mulai dapat fokus pada kebesaran Allah, pada kasih sayang Allah dan cinta kepada Nabi Muhammad (saw).
Grandsyaikh Abdullah qs mengatakan bahwa ketika ia dibersihkan hatinya oleh gurunya dia mulai merasa hatinya penuh kasih sayang dan kasihan kepada semua manusia, seperti ketika kalian melihat orang-orang yang kehilangan tempat tinggalnya. Dan hari ini kita melihat para sukarelawan membentuk organisasi, membuat klinik dan rumah sakit untuk membantu orang miskin, tetapi pekerjaan Wali Allah bahkan dalam spektrum yang jauh lebih luas dari sekedar memperhatikan kebutuhan fisik mereka dengan memebrikan mereka makan dan tempat tinggal, tetapi juga kebutuhan ruhani mereka, begitulah cara Awliyaullah bekerja.

Imam Gazali ra, mengatakan bahwa suatu malam pada tanggal 12 Rabi `ul-Awwal malam kelahiran Islam. Kelahiran Islam datang dengan kelahiran Nabi (saw). Tidak ada yang bisa mengatakan tidak. Memang benar Nabi saw mendapat wahyu ketika ia berusia 40 tahun tetapi Islam datang bersamaan dengan kelahirannya.

Imam Ghazali ra mengatakan bahwa suatu hari datang kepada saya seseorang yang membawa surat bahwa pengadilan akan menggantung seseorang yang tidak bersalah dengan keputusan hakim yang salah. Mereka akan membunuh seseorang dengan menggantungnya, dimasa itu mereka melakukan hal itu. Dan aku harus menulis surat dengan cepat untuk menyelamatkan nyawa orang yang tidak bersalah ini. Jadi saya segera menulis dan hampir selesai, tiba-tiba datang seekor lalat meminum tinta safran yang harum yang merupakan tinta bagi pena bulu.

Aku berkata kepada diriku sendiri, lalat ini adalah juga ciptaan Allah, dan Allah menciptakan ciptaan untuk cintanya kepada Nabi (saw) dan lalat ini sedang kehausan dimalam kelahiran Nabi saw dan aku masih punya waktu untuk menyelamatkannya jadi biar lalat ini minum dari tinta safran itu. Imam Gazali menahan tangannya dengan pena di antara jari-jarinya sampai lalat ini memuaskan rasa hausnya.

Pada waktu itu dimalam yang mulia 12 Rabiul Awal itulah, ketika Imam Ghazali bersabar terhadap lalat itu, tiba-tiba Allah mengirimkan tatapan dan pandangan-Nya pada dirinya dan oleh sebab ia bersabar terhadap lalat itu, maka Allah segera membusanai Imam Gazali dengan atribut sifat-sifat-Nya dan dengan segera hal itu membuang dari hatinya segala jenis keraguan, dan membersihkan hatinya dan mengirimkan kepadanya, apa yang kita sebut dalam bahasa Arab "Waaridaat". "inspirasi surgawi".

Terbuka baginya kasyaf, dia menyaksikan penglihatan batin yang tidak terlihat orang biasa, maqaam al-musyaadaha, dia dapat melihat yang tersembunyi dari hati semua orang, dan mengetahui apa yang telah tertulis untuk semua orang di sekitarnya. Imam Ghazali mampu mendeteksi hati seseorang langsung dari sumber surgawi.

(Mawlana Syekh Hisyam Kabbani qs, 6 Juli 2014)

Pentingnya Manaqib Para Kekasih Allah SWT

Belajar dan NgeBlog - Sayyidina Syekh Syarafuddin qs meriwayatkan sebuah hadits,"Inda dzikr as-sulaha tanzal ar-Rahma". Artinya, "Setiap saat nama Awliya-Nya disebutkan, rahmat Allah turun kepada majelis itu", karena mereka menyebutkan awliya-Nya.

Di mana rahmat itu turun, itu adalah salah satu rahasia yang diungkapkan oleh Sayyidina Grandsyekh Syarafuddin (qs) dan Grandsyekh AbdAllah al-Faiz (qs) dalam khalwat mereka, saat mereka menerima rahasia-rahasia dari Syekh mereka yang berasal dari Nabi Muhammad (sallallahu alayhi wasalam).

Grandsyekh Syarafuddin ad-Daghestani (qs) berkata, �Ketika kisah para awliya dan detail kehidupannya disebutkan, dosa-dosa para pendengarnya akan hancur berkeping-keping bagaikan kaca yang pecah karena rahmat Allah turun di majelis itu.�

(Mawlana Syaikh Nazim Adil al-Haqqani qs)

SUNAH YANG BANYAK DILUPAKAN,

Belajar dan NgeBlog - SUNAH YANG BANYAK DILUPAKAN, Mencium telunjuk dan ibu jari dan Menyapukan ke Mata Dengan Jari Sewaktu Mendengar Adzan ketika diucapkan �Asyhadu Anna Muhammadan Rasulu Allah"

HADIST TENTANG MENCIUM IBU JARI & MENGUSAPKANNYA KEMATA




Sebuah Hadits dalam Daylami yang diriwayatkan oleh Hazrat Abu Bakar ash-Shiddiq (ra) menyatakan bahwa Rasulullah Muhammad (saw) bersabda,

�Ketika Muadzin mengucapkan, Muhammadur Rasulullah, jika seseorang mencium kedua ibu jarinya dan mengusapkan kematanya dan dia mengucapkan Ash-hadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluh, radhi-tu bil-laahi Rabban wa bil-Islami diin-an wa bi Muhammadin sall-Allahu alaihi wa sallama Nabiyyan, perantaraanku menjadi halal baginya.�

Hadits syarif lainnya menyatakan, �Aku akan mencari dan akan menemukan orang yang meletakkan kedua ibu jari ke matanya ketika mendengar namaku disebut dalam adzan dan aku akan membawanya ke surga di Hari Pembalasan.�

Seorang ulama dari madzhab Hanafi, Syaikh al-Tahtawi yang menulis buku Mara al-Falah di bawah pengawasan al-Quhistani, dalam catatannya mengatakan,

�Adalah mustahab untuk meletakkan kedua ibu jari ke matanya dan berdo�a, Qurrat `aynayya bika yaa Rasul-Allah! Allaahumma matti�ni bi-s-sami wa l-bashri. Ketika Muadzin mengucapkan nama Rasulullah (saw) untuk yang kedua kalinya dalam adzan karena Rasulullah (saw) akan membawa orang yang melakukannya ke dalam surga.�

(Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani qs)

Hari ini bahkan ahlus sunah wal jamaah banyak yang melupakan dan meninggalkan sunah ini yaitu mencium kedua ibu jari yg ujungnya bersentuhan dengan ujung telunjuk kemudian mengusapkan ke kelopak mata dan berkata, "Qurrat `aynayya bika yaa Rasul-Allah! Allaahumma matti�ni bi-s-sami wa l-bashri.

Kalau kita perhatikan, Mawlana Syaikh Nazim qs ketika mendengar seruan adzan, khususnya ketika muadzin mengucapkan: �Asyhadu Anna Muhammadan Rasulu Allah� maka beliau kan mencium kedua ibu jarinya / jari telunjuknya kemudian mengusapnya pada kedua matanya dengan mengucapkan salawat dan dzikir-dzikir tertentu. Apakah ini suatu perbuatan yang ada dasarnya dalam syari�at?

Berikut penjelasan singkat tentang permasalahan ini.

� ??? ??????? ????? ?????? ????????? ??? ???????? ??? ???? ???? ?? ????? ???? ???? ?? ?????? ?? ???? ???? ?? ????? ???? ?????? ???? ????? ??? ????????? ???? ?????? ??? ???? ???? ???? ???? � ???? ??????? ?? ??????? ?? ???? ??? ??? ?????? ??? ??? ??? ??? ?????? ???? ?? ????? ???? ???? ??? ???? ???? ????? ????????? ??????? ???? ????? ???? ??? ???? ???? ???? � ?? ??? ??? ?? ??? ????? ??? ??? ???? ?????? � ??? ??? ? ???? ?? ????? ??? ?????? ?????? ??????? ???? ??? ?????? ?? ??????? ?? ????? ???? ?????? ??? � ?? ??? ??? ??? ???? ?? ????? ???? ???? ????? ?????? ???? ???? ???? ?? ??? ???? ??? ???? ???? ???? ?? ???? ??????? ???????? ??? ????? ?? ???? ??? ???? ???? � ?? ??? ???? ??? ?? ?? ????? ?? ???? ?? ?????? ??? ??? ??? ????? ??? ???? ?? ???? ?????? ?????? ?????? ??? ????? ???? ??? ??? ???? ?????? ????? ?????? ?? ???? ???? ?????? ???? ???? ?? ??? ??????.
???? ?? ????? ?? ??? ??? ????? ??? ???? ???? ???? ??? ??? ???? ?? ?????? ???? ?????? ??????? ???????? ??????? ???? ???? ????? ?? ???? ???? ??? ??? ???? ???? ?? ??? ?????? ??? ???? ????? ???? ????? ??? ???? ???? ?? ???? ???? ?? ???? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ????? ?? ???? ???? ??? ??? ?? ???? ??? ???? ????? ??? ?? ??? ?? ????? ???? ?????? ????? ?????.

Artinya : Mengusap kedua mata dengan bagian dalam dari kedua ujung dari jari telunjuk sesudah dicium sewaktu mendengar ucapan muazzin � Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah� dengan perkataan: �Asyhadu Anna Muhammad Abduhu Wa Rasuluhu Radhitu Billahi Rabban Wabil Islami Dinan Wa Bimuhammadin Sallallahhu Alaihi Wassalam Nabiyan�.

Ad-Dailami menyebutkannya dalam Al-Firdaus dari hadits Abu Bakar As-Siddiq bahwasanya ketika beliau mendengar perkataan muadzdzin �Asyhadu Anna Muhammadar Rasullullah� beliau telah mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh muadzdzin sambil mencium bagian dalam dari kedua ujung jari telunjuknya lalu beliau mengusapkan pada kedua matanya . Maka Rasullullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda, �Barang siapa yang melakukan seperti kekasihku (Abu Bakar ra) maka sungguh halal baginya syafaatku�.

�Barangsiapa yang mengucapkan ketika mendengar Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah:
????? ?????? ???? ???? ???? ?? ??? ???? ??? ???? ???? ????
kemudian mencium kedua ibu jarinya dan menyapunya ke kedua matanya, maka dia tidak akan buta dan sakit mata selamanya.

Dan dihikayatkan dari sebagian orang barangsiapa yang bershalawat kepada Nabi Shallallhu �alaihi wasallam ketika mendengar penyebutannya (Nabi) di dalam adzan dan menggabungkan kedua jari telunjuknya beserta ibu jari dan mencium keduanya kemudian menyapu kedua matanya dengan keduanya niscaya iya tidak sakit mata selama-lamanya. Telah berkata ibnu Shalih dan telah mendengar dari sebagian syaikh bahwasanya mereka berkata ketika menyapu kedua mata:

??? ???? ???? ?? ???? ???? ?? ???? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ????

 Berkata: semenjak aku mengerjakannya, aku tidak sakit mata dan setiap mereka telah mencobanya. Dan Al-Hasan telah meriwayatkan seperti yang diriwayatkan Khidr alaihi As-Salam.

Hikmah

Belajar dan NgeBlog - Dalam kitab asy-Syifa bi Ta'rif Huquq al Mushthafa, al Qadli 'Iyadl menulis: "Ketika khalifah al Manshur menunaikan ibadah haji lalu ziarah ke makam Rasulullah, ia bertanya kepada Imam Malik (guru Imam Syafi'i): "Aku menghadap kiblat dan berdo'a ataukah aku menghadap (makam) Rasulullah?". Imam Malik menjawab: "Kenapa anda memalingkan wajah dari beliau sedangkan beliau adalah wasilah anda dan wasilah bapak anda, Adam �alayhissalam ?, menghadaplah kepada beliau dan berdo'alah kepada Allah agar anda memperoleh syafa'at dari beliau, niscaya Allah akan menjadikan beliau pemberi syafaat bagi anda". Cerita ini adalah shahih tanpa ada perselisihan pendapat, sebagaimana yang dikatakan Imam Taqiyyuddin al Hushni (lihat: Daf'u Syubah man Syabbaha wa Tamarrada, hlm. 74 dan 115)

Waktu yang Paling Berkah

Belajar dan NgeBlog - Banyak awliya tidak pernah tidur sampai matahari terbit dan salat Israq, baru mereka tidur. Semua Wali mereka semua terjaga diwaktu yang sangat berkah ini (dimulai dari 1/3 malam terakhir atau 2 jam sebelum subuh, salat subuh sampai waktu Israq). Ini adalah waktu yang sangat diberkati.



Mawlana Shaykh Mehmet Adil Al-Haqqani qs
23 Oktober 2014 - Afrika Selatan

Setelah Salat Sunah Fajr dan salat Subuh, kalian dapat membaca Al-Qur'an, atau Anda dapat melakukan amalan dzikir apapun yang Anda inginkan, sampai matahari terbit. Ibadahad diwaktu ini memiliki keberkahan, dan Allah swt akan membalas kalian lebih dari membebaskan tujuh budak dari Bani Ismail, suku dizaman Nabi Muhammad (saw).

Hal ini adalah bagaikan hadiah yang besar, berdzikir dan bersalawat dan membaca Qur'an sampai waktu Ishraq, atau matahari terbit. Setelah itu kalian dapat salat Israq (4 rakaat, setiap 2 rakaat salam, pahalanya bagaikan pahala Umrah, hadist). Jika kalian memiliki pekerjaan, kalian dapat pergi bekerja. Jika kalian tidak memiliki pekerjaan, beristirahat atau tidur sejenak setelah waktu ini.
Baraka di waktu Subuh adalah yang paling barokah yang Allah (swt) berikan pada kalian setiap harinya. Dan itu sangat baik bagi siapapun terutama bagi mereka yang tidak ada pekerjaan dan sangat miskin untuk tidak tidur setelah solat subuh dan berdoa, berdizkir sampai matahari terbit (waktu Israq) dan kemudian salat Israq.

Banyak awliya tidak pernah tidur sampai matahari terbit dan salat Israq, baru mereka tidur. Semua Wali mereka semua terjaga diwaktu yang sangat berkah ini (dimulai dari 1/3 malam terakhir atau 2 jam sebelum subuh, salat subuh sampai waktu Israq). Ini adalah waktu yang sangat diberkati.
Dan waktu lainnya yang memiliki keberkahan adalah setelah salat Ashar sampai Maghrib. Hal yang sama yang kalian harus lakukan adalah berdzikir dan membaca Al-Qur'an, atau untuk bersama-sama dengan majelisnya orang-orang saleh, Ulama yang baik. Ini adalah hadiah dari Nabi (saw). Dia mengajarkan kita segalanya, setiap hal yang baik bagi kita. Bahkan di dunya saja kalian akan dapat melihat manfaat dari keberkahan waktu ini. Apalagi hadiah yang akan Allah berikan di akhirat kelak. Syukur Alhamdulillah Allah memberikan kita untuk dapat mencintai waktu yang penuh keberkahan dengan Dzikir dan membaca Al-Quran amin. InsyaAllah. Wa min Allah at Tawfiq. Al-Fatihah.

(Mawlana Shaykh Mehmet Adil Al-Haqqani qs)

The Blessed Times of Day
Sheikh Mehmet Adil Al-Haqqani
23 October 2014 � South Africa

After Fajr you can read Qur'an, or you can do what you want for after Fajr until sunrise. It is - Allah reward you more (than) to free seven slaves from Bani Ismail, this tribe of Prophet (saw). It is like big reward. Until Ishraq, sunrise. After you can pray. If you have work, you can go to work. If you don't have work, rest after this. Baraka this time, Fajr time. It is the most baraka Allah give. And it is good for who they have poorness to not sleep until sunrise.
Many awliya never send sunrise on them sleeping. All they were awake. It is very blessed time. And another time - after Asr until Maghrib, also same. You must do dhikr and read Qur'an, or to be with good people. This is present from Prophet (saw). He teach us everything, every good thing for us. And it is in dunya before akhira also, you see benefit of this. Allah make us to be like this inshaAllah. Wa min Allah at-tawfiq. Al-Fatiha.